Revisi Buku Panduan Sarjana

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengharuskan dilakukan revisi terhadap kurikulum yang dipakai oleh Perguruan Tinggi. Oleh karena itu, Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala menyelenggarakan Seminar Revisi Buku Panduan Sarjana pada tanggal 08 Juli 2015 yang dilaksanakan di Aula Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala Darussalam-Banda Aceh. Kegiatan ini mengundang seluruh Dosen Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala guna mendapatkan masukan untuk dijadikan bahan dalam merevisi buku panduan sarjana. Adapun yang menjadi narasumber pada kegiatan ini adalah Pembantu Dekan Bidang Akademik Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala, Prof. Dr. Ilyas Ismail, S.H., M.Hum dan Kepala Sub. Bagian Akademik Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala, Roustam Effendy, S.H.

Dalam paparannya narasumber menjelaskan bahwa revisi kurikulum secara menyeluruh seharusnya telah dilakukan pada Tahun 2012, ini terkait tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) yang mengharuskan penyusunan kurikulum berbasiskan KKNI. Mengingat pada saat sekarang belum ada kesepakatan atau keputusan BKS PTN Ilmu Hukum (asosiasi PS Ilmu Hukum) mengenai kurikulum Nasional PS Ilmu Hukum yang berbasiskan KKNI, maka tetap menggunakan kurikulum yang masih berlaku. Revisi struktur kurikulum ini merupakan bagian dari rencana revisi buku panduan tersebut dengan Keputusan Rektor Universitas Syiah Kuala. Revisi buku panduan sarjana meliputi: Jumlah SKS, tata letak Mata kuliah dalam struktur semester, MK prasyarat dan Jumlah SKS prasyarat.

Pembantu Dekan Bidang Akademik menjelaskan bahwa revisi Buku Panduan Sarjana hanya dibatasi pada revisi perpindahan beberapa mata kuliah ke semester yang berbeda dari sebelumnya. Ini dilakukan dengan tujuan agar mahasiswa FH Unsyiah dapat menyelesaikan studi sarjananya dalam waktu 4 (empat) tahun. Oleh karena itu, kegiatan ini tidak memasukkan atau menghapus mata kuliah yang sudah ada dalam kurikulum FH Unsyiah. Acara dilanjutkan dengan diskusi dengan para peserta. Semua peserta berperan aktif dalam memberikan masukan. Masukan yang paling inti adalah penggabungan mata Kuliah Pengantar Ilmu Hukum dengn Mata Kuliah Pengantar Hukum Indonesia dalam satu semester. Ini perlu dilakukan mengingat mahasiswa dapat menyelesaikan studi mereka dalam waktu 4 tahun paling cepat.  Selanjutnya acara ini ditutup oleh Moderator Ibu Rismawati, S.H.,M.Hum. dengan mengucapkan terima kasih kepada para narasumber dan peserta kegiatan seminar revisi buku panduan sarjana dan para pihak yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini