Bedah Buku Erdogan

Acara Bedah Buku yang berjudul “Erdogan Muadzin Istanbul Penakluk Sekularisme Turki” yang telah dilaksanakan di Aula Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala Banda Aceh pada 13 Februari 2016 yang lalu berlangsung sangat meriah dan dihadiri banyak tokoh penting diantaranya Walikota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal serta Thayeb Loh Angen yang merupakan kepala sekolah Hamzah Fansuri. Acara tersebut sangat diminati oleh masyarakat, terutama kalangan mahasiswa hingga peserta yang hadir pun membludak dan tidak mendapatkan jatah tempat duduk. “Erdogan adalah sosok yang sangat kharismatik dan teladan sehingga banyak yang mengaguminya. Sehingga banyak yang ingin mengenal lebih jauh sosok pemimpin Turki tersebut bahkan saya rela tetap mengikuti acara ini walaupun tidak mendapatkan tempat duduk.” kata Maman Abdullah, salah satu peserta yang hadir di acara tersebut.

Acara tersebut terselenggara atas kerjasama Masyarakat Informasi & Teknologi (MIT), Sekolah Hamzah Fansuri, KAMMI, PUKAT serta Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Al-Ahkam Fakultas Hukum Unsyiah yang merupakan tuan rumah kegiatan tersebut. M.Nahyan Zulfikar selaku penanggung jawab dari LDK Al-Ahkam mengatakan “Erdogan adalah sosok pemimpin yang tegas dan sangat peduli terhadap sesama muslim di seluruh dunia. Dalam hal ini ldk al-ahkam mengambil andil sebagai lembaga dakwah yang selalu peka terhadap perkembangan dunia islam untuk mensyiarkan pemimpin islam yang memiliki pemikiran yang luar biasa hingga dapat merubah Negara Turki menjadi negara maju dan membawa kesejahteraan bagi masyarakatnya.” Tandasnya.

Acara yang sejatinya hanya ditujukan bagi kaula muda Aceh agar tidak kehilangan sosok pemimpin inspiratif ini ternyata mendapat respon yang amat positif bahkan menjadi viral dan perbincangan di media sosial. Banyak komentar berdatangan dari berbagai daerah di Indonesia yang mengharapkan terselenggaranya acara yang sama di daerah mereka, salah satunya yang menjadi viral adalah postingan akun Facebook bernama Sahabat Erdogan yang memang mengabarkan setiap kegiatan di acara bedah buku tersebut.“Buku ini menggambarkan sosok Erdogan sebagai pemimpin sejati yang mengangkat derajat rakyatnya melalui Dinul Islam. Dalam pidatonya ia selalu menyertakan Al-Qur’an dan Hadits. Ia merupakan sosok pemimpin yang kita rindukan, jadi tak heran banyak masyarakat yang ingin mengenal Erdogan lebih dekat,” komentar Walikota Banda Aceh.
Kegiatan bedah buku yang terselenggara ini pun mendapat respon positif dari para tokoh politik Aceh. Tak heran acara ini berlangsung sukses dan diharapakan dapat memberikan pengaruh positif bagi daerah Aceh serta mempererat hubungan baik dengan Turki. “Semoga dengan adanya acara ini masyarakat Aceh dapat lebih mengenal sosok Erdogan dan para tokoh pemimpin Aceh pun dapat meneladaninya hingga tak perlu takut dan gentar membela serta menerapkan Syari’at Isla di Aceh,” tutup ketua MIT, Farhan.